0%
Loading ...

Influence ID – Influencer Performance Platform Pertama di Indonesia

Kenapa Konten Iklan Sering Di-skip? Coba Ikuti Tips Ini Untuk Akun Kamu

20 January 2026

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Banyak KOL dan brand ngerasa udah rajin posting, tapi likes dan comments tetap sepi. Pas dicek, ternyata kontennya cuma bahas “Ini produknya, ini kelebihannya, beli ya.” Jadi yang salah produknya, atau cara komunikasinya?

Ketika audiens ngeliat konten tanpa background story, konteks, atau alasan yang jelas, konten itu nggak akan “nyampe” ke emosional mereka. Padahal, orang buka sosmed itu buat nyari cerita dan pengalaman, bukan mau ditodong jualan.

Sekarang banyak yang udah terlatih buat refleks langsung scroll pas liat tag #ad atau konten yang bau-bau iklan banget. Bukan karena produknya jelek, tapi karena kepercayaan (trust) kita sebagai audiens udah terkikis duluan sama konten yang nggak terasa jujur.

Jadi, media sosial udah gak bisa lagi tuh sebagai “tempat jualan”. Media sosial harus jadi ruang interaksi buat audiens kamu, biar mereka ngerasa akun kamu adalah tempat untuk dengerin suara mereka.

Kamu bisa mempromosikan produk yang bagus dengan visual yang rapi. Tapi tanpa cerita yang bikin audiens relate dan jujur, konten itu akan kalah cepat dari kebiasaan audiens untuk menghindar.

Coba ikutin tips ini biar media sosial kamu jadi ruang interaksi:

1. Mulai dengan Storytelling

Jangan langsung pamer produk. Ceritain dulu problem yang emang beneran relevan. Biarkan produk muncul sebagai solusi di waktu yang tepat, bukan sebagai “pemeran utama” yang maksa tampil di depan.

2. Manfaatkan fitur interaktif 

Polling, Q&A, atau bales-balesan di kolom komentar itu kunci. Semakin transparan dan jujur interaksi yang dibangun (baik dari sisi brand maupun KOL), trust bakal kebentuk dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa.

3. Konsisten dengan Pesanmu

Cerita boleh beda-beda, tapi jangan sampai value yang dibawa bertabrakan. Konsistensi inilah yang bikin audiens percaya kalau kamu (atau brand-mu) memang punya integritas.

4. Berani Pakai Negative Hook

Tips simpel buat kamu, tapi gak banyak yang tahu. Di tengah lautan konten yang serba manis dan memuji produk, konten yang “menampar” atau jujur tentang sisi gelap justru lebih dipercaya karena terasa lebih manusiawi dan nggak kayak robot marketing.

Udah saatnya kolaborasi kamu naik level! Di Influence ID, kita pertemukan Brand dan Kreator untuk ciptakan campaign yang beneran nempel di hati audiens, bukan cuma numpang lewat di timeline.Buat kamu para Brand, langsung saja jelajahi Influence ID Marketplace untuk kurasi talent terbaik. Dan buat kalian para KOL, yuk jemput campaign impian kamu sekarang dengan download App Influence ID Marketplace di smartphone kamu!

Sources

Gadek, C. (2025, 19 Juni). How influencer marketing lost its edge. Fast Company. https://www.fastcompany.com/91354378/how-influencer-marketing-lost-its-edge

Aulia, R., Kamila, Z. C., Naradika, F. A., & Amalia, D. (2025). Strategi Public Relations Suara Surabaya Untuk Membangun Kepercayaan Audiens Dalam Penyebaran Informasi Publik. JUSKOP – Jurnal Studi Komunikasi Dan Politik, 2(1), 350–363. https://doi.org/10.3342/juskop.v2i1.430