Influence ID – Influencer Performance Platform Pertama di Indonesia
Tahu nggak kalau di tahun 2026 ini, Short-form Video & UGC (User Generated Content) diprediksi Forbes bakal tetap jadi raja? Riset dari Emplifi bahkan nyebutin kalau 73% marketer lebih milih Reels atau TikTok, dan 47% lainnya fokus ke video UGC.
Kenapa? Jawabannya simpel: Attention span kita makin pendek.
Data menunjukkan kalau pengguna TikTok di Indonesia melesat tajam hingga 207,69% sejak awal pandemi. Masifnya konsumsi video pendek di TikTok, YouTube Shorts, dan Reels inilah yang mengubah perilaku kita. Karena terbiasa dengan konten yang serba cepat dan to-the-point, audiens sekarang nggak punya waktu buat nonton iklan yang kelamaan intro. Kalau dalam 3 detik nggak ada “momentum”, jempol mereka bakal otomatis skip.
Banyak yang mikir kalau mau viral, produksinya harus masif dan mahal. Tapi kenyataannya, sekeren apa pun kontenmu, kalau cuma bergantung pada satu akun utama, jangkauannya bakal terbatas. Kamu baru tahu konten itu sukses atau nggak setelah posting. Di sinilah Clipper Marketing muncul sebagai solusi jenius.
Pernah liat potongan video influencer yang bertebaran di mana-mana diunggah oleh akun berbeda? Itu bukan kebetulan. Itu adalah strategi distribusi konten terdesentralisasi. Dibanding cuma posting di akun utama brand, strategi ini memanfaatkan ribuan kreator independen (clipper) buat motong, edit, dan nyebarin ulang konten brand kamu dalam format video pendek.
Seperti kegiatan dari brand fashion Wispie yang sukses meramaikan timeline lewat potongan video kegiatan mereka bareng KOL atau konten Podcast dr. Tirta saat membahas produk tertentu. Mereka menggunakan strategi discovery-based algorithm supaya konten disebar oleh banyak akun sekaligus, sehingga Brand bisa menciptakan dominasi organik dengan biaya efisien tanpa harus punya tim produksi raksasa untuk bikin ratusan video sendirian.
Strategi clipper ini memang terlihat sangat menjanjikan untuk menekan biaya distribusi. TAPI, perlu diingat: Clippers nggak akan works kalau brand kamu salah pilih KOL sejak awal. Mau ribuan orang motong video tentang brand kamu pun, kalau pembawaan KOL-nya nggak masuk atau nggak cocok sama brand voice kamu, konten itu nggak akan punya “daya ledak” buat viral. Ujung-ujungnya, budget brand kamu tetap terbuang sia-sia.Biar brand kamu nggak boncos dan salah pilih orang, yuk cobain Influence ID Planner! Dengan platform ini, brand kamu bisa memastikan setiap rupiah yang brand kamu keluarkan masuk ke KOL yang tepat.

Nggak perlu lagi tebak-tebakan, karena kamu bisa melihat performa asli dan kualitas audiens KOL secara akurat sebelum mulai kerja sama. Jangan spekulasi dengan budget iklan brand kamu, yuk pilih KOL yang pasti-pasti aja bareng Influence ID Planner!
Sources
Forbes Communications Council. (2026, 2 Januari). The next social wave: The top 6 predictions that will shape social media strategies in 2026. Forbes. https://www.forbes.com/councils/forbescommunicationscouncil/2026/01/02/the-next-social-wave-the-top-6-predictions-that-will-shape-social-media-strategies-in-2026/
Shihab, K. [@kean.shihab]. (2025, 24 Juni). Strategi clipper marketing: Konten terbaik justru bukan dibuat sendiri… [Post]. Threads. https://www.threads.com/@kean.shihab/post/DLSFr-ez3MH/strategi-clipper-marketing-konten-terbaik-justru-bukan-dibuat-sendirikonten-timo?hl=en